5 Anak Domba

Beberapa minggu setelah saya dibabtis, saya membaca buku "Song of Songs"  (Lagu dari Nyanyian) karangan Watchman Nee, sebuah uraian dari kitab Kidung Agung dalam Alkitab. Kidung Agung adalah sebuah kisah antara seorang anak dara dan kekasihnya. Dalam buku itu, Watchman Nee mengumpamakan kisah tersebut seperti hubungan antara seorang yang percaya dengan Tuhan. Ketika saya membaca buku tersebut, saya segera melihat dengan mudah, persamaan antara pengalaman Anak Dara dalam Kidung Agung itu dengan pengalaman saya, walaupun saat itu kedalaman iman saya hampir tidak ada jika dibandingkan dengan pengalaman Anak Dara tersebut.

Ketika saya membaca bagian tertentu dalam buku itu, dengan sangat yakin saya merasa, bahwa saya harus mendorong DR.Reid untuk membacanya. Seolah-olah Tuhan menghenhendaki agar saya tidak meneruskan untuk membacanya. Buku itu menggambarkan kutipan berikut dari Kidung Agung:

"Kekasihku memasukkan tangannya melalui lobang pintu, berdebar-debarlah hatiku. Aku bangun untuk membuka pintu bagi kekasihku, tanganku bertetesan mur; bertetesan cairan mur jari-jariku pada pegangan kancing pintu. Kekasihku kubukakan pintu, tetapi kekasihku sudah pergi, lenyap. Seperti pingsan aku ketika ia menghilang. Kucari dia, tetapi tak kutemui, kupanggil, tetapi tak disahutnya. Aku ditemui peronda-peronda kota, dipukulinya aku, dilukainya, selendangku dirampas oleh penjaga-penjaga tembok. Kusumpahi kamu putri-putri Yerusalem: bila kamu menmukan kekasihku, apakah yang akan kamu katakan kepadanya? Katakanlah, bahwa sakit asmara aku." 
Kidung Agung.5:4-8

Dalam ketaatan pada Allah saya menutup buku itu dan pada sore itu juga saya  menyerahkannya pada DR.Reid.

Pagi hari berikutnya saya bangun dan segera merasakan sesuatu yang tak beres. Semula saya tidak segera mengetahui apa itu sebenarnya. Saya hanya tahu bahwa segala sesuatu telah berubah. Kemudian tiba-tiba, dengan hati yang gentar saya menyadari apa yang telah terjadi -Yesus telah pergi! Saya tidak bisa lagi merasakan kehadiran dan kasihNya. Berbulan-bulan sebelumnya saya selalu merasakan kehadiranNya yang nyata terus-menerus, sehingga setiap kali saya terbangun saya secara otomatis merasakan persekutauan dengan kasihNya. Tetapi pada pagi yang menakutkan ini, hati saya begitu hampa dan mengeras bagaikan batu. Saya berseru kepadaNya, tetapi saya tidak mendapatkan jawaban yang meghiburkan. Untuk sementara saya berpikir pada bagian Kitab Kidung Agung yang baru saya baca sehari sebelumnya, yaitu bagian terakhir sebelum saya menyerahkan buku itu pada DR.Reid. Mungkinkah Tuhan telah mempersiapkan saya sebelum semua ini terjadi! Tetapi saya tidak dapat menerima begitu saja bahwa Dia telah pergi sementara saya tidak yakin betul apakah Dia mungkin kembali lagi dan apakah Tuhan telah membiarkan semua ini terjadi.

Hari demi hari bahkan minggu demi minggu berikutnya, perasaan ditinggalkan itu semakin menguasai hidup saya. Saya menjerit dan menangis, namun tidak ada jawaban. Saya hanya merasakan kebisuan. Kedalaman hubungan saya sebelumnya denganNya membuat kebisuanNya bagaikan pisau yang menyayat dengan rasa pilu. Saya begitu merindukan untuk kembali dapat bersekutu denganNya! Saya mulai pergi kepersekutuan-persekutuan doa, mencari seseorang atau mencari sesuatu yang mungkin dapat menyentuh hati saya, agar saya dapat kembali merasakan kehadiran dan kasihNya. Saya sama sekali tidak mengenal Yesus sebelumnya dalam betuk maupun metode lain kecuali melalui bentuk persahabatan kami yang begitu akrab yang kami nikmati bersama-sama.

Pada bulan-bulan persekuatuan saya yang erat dengan Yesus itu, Ia lebih banyak mengajarkan tentang diriNya sendiri pada saya dan menolong saya dalam hal beriman. Sekarang untuk pertama kalinya saya berada dalam pencarian. Saya menemukan diri saya seperti orang „kristen“ lainnya, jauh dari naungan kasihNya. Khususnya dalam salah satu persekutuan, saya diperhadapkan dengan kepercayaan yang sangat  streng. Jika seseoarang diantara mereka sakit, punya masalah atau berada dalam kebimbangan, maka yang lain akan mempersalahkannya dengan berkata, bahwa penyebab semuanya itu adalah dosanya yang tak terampuni. Tuhan mengajarkan kepada saya, bahwa kita semua orang berdosa dan hanya oleh anugrah kita diselamatkan. Ia juga telah mulai mempersiapkan saya untuk mengalami makna Salib sebagai simbol penderitaan dan pencobaan-pencobaan. Tuhan menjanjikan hal itu bagi kita dan oleh kuasaNya kita akan dapat melalui semua itu dengan kemenangan! Tetapi orang-orang ini sebaliknya mengharapkan hidup tanpa masalah. Hal ini sangat membingungkan saya, sehingga saya semakin merasa asing dan sendirian melebihi rasa kesepian  yang pernah saya alami sebelumnya.

Suatu minggu sore saya menceritakan hal itu pada DR.Reid. Dia bertanya „Bolehkan saya mengajukan beberapa pertanyaan?“
„Ja, silahkan!“ jawab saya.
„Jika persekutuan ini sangat membingungkanmu, mengapa kamu pergi ke situ?“
„Maksudmu saya tidak usah pergi ke situ?“ tanya saya.
„Tidak, kamu tidak perlu pergi ke sana!“ jawabnya.  „Dalam hal ini kamu juga harus menguji buahnya, apakah persekutaun itu membawa kamu lebih dekat pada Tuhan?“

Kenyataannya tidak demikian. Semua sikap mereka yang saling mempersalahkan itu benar-benar telah melemahkan iman saya. Saya tau bahwa saya harus belajar mempercayai semua yang diajarkan Tuhan pada saya. Tetapi semua usaha manusia yang dipaksakan dengan kekerasan lebih sering menimbulkan kebimbangan.

Saya sangat berterimakasih pada DR.Reid, karena hari itu ia memberikan nasehat yang sangat berharga buat saya. Sejak itu saya tau bahwa saya tidak akan pergi ke persekutuan yang bertentangan dengan Firman dan ajaran Tuhan. Kedengarannya risih di telinga, tetapi ada banyak hal yang sifatnya kristiani namun sering mempersulit seorang percaya untuk mengenal hati Tuhan. Syukurlah Alkitab dan RohNya menjadi pemimpin yang setia buat kita.

Perasaan kehilangan kasih Yesus dalam diri saya semakin lama semakin kuat, sampai satu hari, akhirnya saya menyadari dan harus menerima, bahwa Yesus masih berada dalam diri saya dan tidak lagi tergantung pada perarasaan saya sendiri. Rupanya saya sebelumnya menganggap kehadiran Yesus secara nyata itu adalah pengalaman yang lumrah dan untuk selamanya bagi tiap orang kristen! Sampai hari itu saya tidak tahu apa-apa. Tapi sekarang saya harus mulai belajar untuk mengenal kasihnya dalam bentuk dan cara yang lain, percaya bahwa Ia selalu dekat sama seperti pengalaman saya sebelumnya! Dengan terpaksa saya menerima kenyataan ini, –namun hati saya sungguh kehilangan Dia.

Pada waktu liburan Natal thn.1975 bersama anak-anak, kami berangkat menuju bagian tengah barat di Amerika. dengan naik Kreta Api. Pertama-tama kami singgah di Minneapolis,  di sana kami mengunjungi adik saya Godie dan Dave Winn suaminya. (Dari tiga wanita bersaudara, sayalah yang tertua, Goldie. lebih muda 5 thn. sedang cathy lebih muda 10 thn dari saya.)

Tuhan menjamah hati Goldie satu tahun sebelum saya mengenalNya. Sebelumnya hampir tidak ada hubungan antara kami. Goldie pernah jadi penyanyi dan terlibat dengan ganja dan okkultismus. Dia dan suaminya hampir saja bercerai. Tetapi Tuhan memasuki hati mereka berdua dan memulihkan keadaan keluarga mereka dengan menakjubkan.

Demikian juga hubungan persaudaraan antara kami, kini untuk pertama kali oleh Yesus mulai lahir! Ia memberikan kasihNYa pada kami sehingga kami saling mengasihi dan melalui kesatuan iman kami, kamipun dapat memulai rasa persahabatan dan kasih anatara kami.

Anak-anak saya dan saya sendiri sangat merasa bahagia bersama mereka untuk beberapa hari. Waktu itu mereka termasuk anggota pendiri Jemaat Mesianis-Jahudi (Orang Jahudi yang menerima dan mengakui Yesus adalah Mesias) Ketika saya di sana mereka sedang mendatangkan pembicara, dari Israel, seorang Jahudi yang percaya pada Yesus, bernama Richard Stöhr. Pada suatu saat makan malam ia berkata pada saya: „Eileen saya yakinTuhan akan memimpinmu ke Israel bulan septemper depan. Berdolah untuk itu dan jika itu adalah kehendakNya, Ia akan meneguhkan hal itu dan hal itu akan menjadi kenyataan!“

Saya merasa seperti disambar petir. Israel? Mengapa semua orang di dunia menginginkan saya pergi ke sana? Bukankah saya baru saja menjadi kristen? Dan bukankah Israel adalah negri orang jahudi? Sepanjang hidup saya, saya selalu menyangkali identitas saya sebagai orang jahudi sebagai reaksi atas perasaan terancam. Oleh sebab itu Israel adalah negara yang akan terletak pada urutan terakhir dari semua tempat yang akan saya pilih jika saya ingin pindah! Tapi dari segi lain, saya tidak mau mengabaikan kehendak Tuhan,maka saya meletakkan semua itu di tanganNya. Dan entah bagaimana saya mengenalNya melalui hal itu.

Beberapa hari kemudian saya, Michael dan Joey, kami meneruskan perjalanan kami menuju orangtua saya di Iowa. Ketika itu ayah saya masih pimpinan Rumah Sakit Jiwa Iowa. Mereka telah merubah sebuah tempat pembuangan untuk orang-orang sakit jiwa menjadi satu Rumah Sakit terbagus tempat itu Orangtua saya menempati sebuah rumah yang luas di kompleks Rumah sakit Rumah Sakit tersebut, maka kami selalu menikmati kesempatan itu! Satu hari saya menjelaskan pada orangtua saya, bahwa kemungkinan besar bulan september 1976 kami akan pindah ke Israel. Mereka sangat gembira! Mereka menunjukkan semua dias dari hasil dua kali kunjungan mereka ke Israel dan memberikan buku-buku tentang Israel pada saya. Sampai pada saat itu saya hampir tidak tahu apa-apa tentang Israel dan saya sangat heran ketika saya melihat dias tersebut ,nampaknya semuanya sangat indah di sana!

Dalam perjalanan kembali ke Conecticut, saya mulai berpikir tentang kemungkinan adanya perubahan yang tak diduga dalam hidup akami. Namun buat saya sejak semula hal itu adalah tanpa alasan, mengapa harus Israel!

 Jawabnya segera akan muncul: Suatu pagi Tuhan membangunkan saya dan memberikan pimpinan yang jelas agar saya mengundang jemaat sebagai tamu untuk merayakan Paskah.

Saya jadi terperanjat! Perayaan Paskah! „Tapi kan itu hari raya orang Jahudi Tuhan“, sahut saya seolah-olah ingin mengoreksiNya. „Apalagi saatnya sudah begitu dekat, hanya empat hari lagi!“ Saya tambah lagi: Pasti Engkau tidak serius dalam hal ini!“ Namun saya tau adalah jauh lebih baik  untuk tidak berbelit-belit.

Siangnya saya menelepon DR.Reid untuk menceritakan pimpinan yang Tuhan berikan itu.

Luarbiasa“, ucapnya. „Saya akan mengumumkan hal itu besak pagi di kebaktian.“ Kami menyepakati untuk makan bersama pada hari Rabu malam, pada hari pertama dari hari raya Paskah tersebut.

Saya masih punya sedikit uang di Bank dan saya tahu bahwa saya harus menggunakan itu untuk membeli segala sesuatu yang diperlukan untuk perayaan itu. Sebelumnya saya tidak pernah memasak dan mempersiapkan makanan untuk lebih dari seratus orang, dan saya sama sekali tidak punya waktu untuk memikirkan hal itu! saya pergi belanja dan membeli jauh lebih banyak dari apa yang saya bayangkan. Sementara saya memenuhi keretabelanja saya denganbotol-botol berisi ikan-ikan khusus untuk Paskah itu, seorang pembeli lainnya mengamati saya dengan keheranan. „Satu obralan murah bukan?“ ucap saya dengan bergurau sambil mendorong kereta belanja saya itu, saya masih memasukkan bungkusan-bungkusan Roti Tak Beragi di dalam kereta yang hapir melampaui kapasitas itu.

Saya meminjam periuk-periuk masak yang besar-besar dari Gereja dan dengan pertolongan beberapa teman mulai memasak. Untuk pertama kali dalam hidup saya memasak sup ayam dalam periuk terbesar yang saya pernah lihat. Akhirnya persis sebelum *Sedermahl yang sudah direncanakan itu mulai, hampir semua persiapan sudah selesai. Sebagian dari kami  harus berkumpul di Gereja pada hari Rabu pagi untuk mengatur mempersiapkan meja makan, menyediakan daging ayam dan sayur-sayuran serta memasak gumpalan-gumpalan Roti Tak Beragi tersebut dan menyediakan makanan-makan lainnya. Saya masih harus mengetik satu lembar aturan makan secara traditional itu untuk diperbanyak, sebab saya tidak punya cukup buku tentang paskah untuk dibagikan. Lalu saya mulai tugas terakhir ini pada hari selasa malam. Saya mulai mengetik sampai larut malam, sampai sesuatu yang tidak biasa terjadi. Saya merasa seperti sebuah selubung terlepas dari mata saya, ketika Tuhan menyingkapkan arti Paskah yang sebenarnya!

Pertama-tama Tuhan mengingatkan saya akan penetapan Perayaan Paskah sebagaimana tertulis dalam kitab Keluaran fasal 12:

 „Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir: Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun. Katakanlah kepada segenap jemaat Israel, Pada tanggal 10 bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga....Kamu harus mengurungnya sampai hari yang ke empat belas bulan ini¸ lalu seluruh jemaat Israel yang berkumpul harus menyembelihnya pada waktu senja. Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah dimana orang memakannya...Dan beginilah kamu memakannnya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN: Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir dan semua anak sulung dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah TUHAN. Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah dimana kamu tinggal: apabila Aku melihat darah itu maka Aku akan lewat daripada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan ditengah-tengah kamu apabila Aku menghukum tanah Mesir. Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya. Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya..Kamu adakanlah pertemuan yang kudus, baik pada hari pertama,...

Kemudian Tuhan menganugrahkan pengertian baru buat saya, bahwa Yesus telah menjadi Domba Paskah, sebagai penggenapan Paskah dan darahNya sebagai Anak Domba yang tak bercacat, untuk menyucikan dosa kita sekali dan untuk selamanya. Pada hari Paskah itu, Yesus menganugrahkan hidupNya untuk kita. (Dan sekarang Malaikat kematian akan melewati kita untuk selamanya!)

„Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaranNya itu, berkatalah Ia kepada murid-muridNya; Kamu tahu bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak manusia akan diserahkan untuk dilasibkan.“
Mat.26:1-2;

Maka tibalah hari raya Roti Tidak Beragi, yaitu hari di mana orang harus menyembelih domba Paskah. Lalu Yesus menyuruh Petrus dan Yohanes, kata-Nya: "Pergilah, persiapkanlah perjamuan Paskah bagi kita supaya kita makan."
Lukas 22 : 7-8

Ketika tiba saatnya, Yesus duduk makan bersama-sama dengan rasul-rasul-Nya. Kata-Nya kepada mereka: "Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita. Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah."
Luk.22:14-16

Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku." Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.
Luk.22: 19-20

Tiba-tiba – dalam sekejab mata –saya  jadi mengerti, bahwa pengharapan bangsa saya, akan janji kedatangan Mesias dalam karya Tuhan atas kita, telah digenapkan oleh AnakNya. Yesus adalah Mesias !

Dulu bangsa Israel menanti-nantikan Mesias sebagai raja dunia yang akan memerintah dalam keadaan damai dan kejayaan. Alkitab mencatatat demikian jelas tentang kerajaanNya! Tetapi bahwa Ia sebaliknya datang untuk mati sebagai korban karena dosa kita, –terselubung dalam setiap ayat dan hampir tidak mungkin, bahwa hal itu diungkapkan melalui penggenapannya. Yesus sendiri baru membentangkan ayat-ayat itu untuk pertama kalinya dalam perjalanan ke Emmaus, setelah kebangkitanNya kepada murid-muridNya:

 „Lalu Ia menjelaskan kepada kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari Musa dan segala kitab nabi-nabi.“
Luk.24:27

Dan ketika Murid-muridNya berkumpul, Yesus menampakkan diri beberapa kali kepada mereka.

Ia berkata kepada mereka: ‘Inilah perkataanKu, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Akudalam kitab Taurat Musa dan kitan Mazmur.’ Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
Luk.24:44-45

 Demikianlah saat itu saya mempelajari, bahwa bangsa Jahudi tidak sia-sia menantikan Mesias berabad-abad lamanya – sebab Ia telah datang! Demikianlah Ia menjelaskan banyak hal pada saat-saat yang sangat menggembirakan itu pada saya! Tiba-tiba saya mengerti, mengapa Tuhan menganjurkan saya melalui DR.Reid untuk tidak mendaftarkan diri sebagai anggota jemaat di satu gereja tertentu. Alasan sederhana sekali, yaitu, bahwa saya tidak perlu beralih kepercayaan ke „yang sifatnya bukan Jahudi“! Sebab Yesus adalah mesias kami! Semua itu adalah bersifat Jahudi! Dan ada sedemikian banyak dalam sejarah Jahudi dalam Alkitab sebagai bayang-bayang akan semuanya itu, misalnya kisah Abraham dan Isak.

 „Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: ‘Abraham,’ lalu sahutnya: ‘ya Tuhan.’  FirmanNya: anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Isak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.’ Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Isak, anaknya, sedang ditangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Lalu berkatalah Isak kepada Abraham.ayahnya: ‘Bapa.’ Sahut Abraham, ‘Ya anakku.’ Bertanyalah ia: ‘Disini sudah ada api dan kayu, tetapi dimanakah Anak domba untuk korban bakaran itu? Sahut Abraham, ‘Allah yang akan menyediakan korban bakaran bagiNya anakku: Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.“
Kej. 22:1-2, 6-8

Maka harinyapun tiba, dimana Tuhan meletakkan kayu di atas bahu Anaknya...dan pada detik itu, terbelah dualah tirai pemisah di dalam Bait Allah – apa artinya, bahwa melalui darahNya, kita sekarang diberi hak yang paling istimewa untuk menghampiri kesucian hadirat Tuhan. Oh! Malam itu juga sayapun jadi mengerti , bahwa seharusnya saya dapat membela tuduhan atas orang Yahudi sebagai pembunuh Yesus. Ia mati sebagai korban dosa bagi semua manusia, maka penyebab kematianNya adalah semua manusia:

„ Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus...“Kis.4:27

Tetapi Yesus menyatakan kebenaran dalam Yoh.10:17-18 " Aku memberikan nyawaKu untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya daripadaKu, melainkan Aku memberikannya menurut kehendakKu sendiri.“ Bahkan ketika Ia tergantung di kayu salib, Ia memandang sekitarNya dan melihat orang Jahudi maupun bukan Jahudi, maka Ia berkata: Bapa ampunilah mereka ini, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat!“ Dan pada detik itu Ia mengampuni kita semua. Penemuan saya bahwa Yesus adalah Mesias sangat mengherankan saya. Saya merasa bahagia sekali dapat mengetahui bahwa Tuhan disatu pihak setia menepati janjiNya kepada bangsaJahudi, dan bahwa penantian kami akan Mesias tidak sia-sia! Dimana saya mengenal Yesus secara pribadi dan Ia menyatakan diri secara akrab dengan saya pada bulan-bulan yang indah itu, saya merasakan bahwa bagiNya sendiri saat-saat sepeti itu adalah saat-saat kesukaan yang menegangkan. Ketika Ia berada di Getsemani, saya yakin semua penghuni sorga tahan nafas, sebab Dia berhak mengambil keputusan. Dia bisa saja membuat keputusan lain, lalu para malaikat akan melayaniNya. Tetapi Ia sangat mengasihi kita, dan Ia sangat mempercayai kehendak dan kasih BapaNya. Oleh sebab itu dalam pergumulan berat itu Ia berkata:

 „Ya, BapaKu, jikalu Engkau mau, ambillah cawan ini daripadaKu: tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi.“... Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. PeluhNya menjadi seperti titik darah yang bertetesan ke tanah.“
Luk.22:42-44

Oleh kasih kepadaNya, hati saya menjadi pilu mengenangkan apa yang harus ditanggungNya pada malam itu dan pada hari berikutnya. Jika manusia memiliki rasa pengenalan akan dosanya, maka mereka akan tau berterimakasih atas anugrah yang tak ternilai dari Tuhan Allah ini, bahwa Ia memberi kita penyelamat. Oleh karena Yesus telah menyerahkan nyawaNya, maka sekarang kitapun dapat menghampiri Khadirat Yang Maha Kuasa itu. Sedetik di hadirat Allah jauh lebih berharga dari segala sesuatu, namun betapa mudahnya kita menyimpang dari KhadiratNya, demi keinginan duniawi kita. Tidak akan ada saat yang paling indah daripada, memohon pertolonganNya, senantiasa di KhadiratNya, disucikan dan diampuni, sedia melakukan kehendakNya untuk menjadi berkat besar bagi orang lain, menyerahkan diri padaNya sebagai hambaNya untuk melayani orang lain agar mereka menerima anugrah keselamatan itu! Yesus memberikan segalanya buat kita, ketika Ia berkata malam itu: „Bapa, kehendakMulah yang terjadi!“

Saya juga sangat merindukan, agar saya dipercayakan untuk memberitakan mujizat besar yang diberikan di dalam Yesus kepada kita. Namun melebihi semua itu, saya sangat berterimakasih pada Yesus atas semua penderitaanNya dan pada Tuhan atas jawaban yang diberikanNya atas dosa  yang memisahkan kita daripadaNya.

Demikianlah pada hari rabu malam kami merayakan malam Paskah. Adalah hal yang sangat tepat untuk merayakan peristiwa khusus ini bersama-sama dengan jemaat, sebagaimana yang Yesus lakukan bersama murid-mridNya.

Menurut tatacara tradisional Jahudi, diatas Meja paskah itu, diletakkan sayuran pahit dan tulang paha dekat anggur (sebagai lambang kurban), tiga Roti Tak Beragi. Ketiganya diletakkan secara bertindih-tindih dan antara satu roti dengan yang lain harus dilapisi dengan kain putih. Setelah Cawan anggur diberkati oleh pemimpin, maka ia akan mengambil Roti yang paling tengah dan memecahkannya menjadi dua. Satu bagian dibiarkan terletak dan bagian yang kedua „disembunyikan“ sampai acara makan selesai. Setelah selesai makan biasanya anak-anak akan mencari bagian roti  atau „Aphikoman“ (dari bahasa Yunani, artinya „Saya sudah datang) yang disembunyikan itu, lalu diremas dan ditaburkan langsung di atas seluruh permukaan meja paskah itu kemudian dimakan.

Ketika kami mengambil „Apphikoma malam itu di Gereja, saya menyadari arti simbolis yang amat dalam dalam tiga roti tak beragi tersebut, yaitu Bapa Anak dan Roh Kudus. Nagian yang paling tengah dipecahkan menjadi dua bagian, melambangkan pengorbananNya sebagai yang pertama dan bagian kedua sebagai lambang kedatanganNya yang kedua. Saya teringat akan kata-kata penting yang diungkapkan Jesaya, dimana Ia digambarkan sebagai Mesias yang diremukkan.

„Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa mendeita kesakitan; Ia sangat dihina sehingga orng menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungNya dan, dan kesengsaraan kital yang dipikulnya, padahal kita megira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberiontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; dan jalan yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi -tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiya, tetapi Dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian. Seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. 
Jes. 53:3-7,10

Pada saat perayaan Paskah itu, orang Jahudi menghitung hukuman atas Mesir dan sementara mereka menyebut hukuman itu satu persatu, mereka mengambil setetes demi setetes anggur dari cawan mereka. Haggadah menjelaskan:

 „Demikianlah kepada kita dinyatakan, bahwa cawan sukacita kita tidak menjadi kosong sama sekali, sebab kita tidak akan dapat merayakan hari pembebasan kita dengan penuh sukacita, jika ribuan manusia mati binasa.“

 Demikianlah juga seharusnya dalam kehidupan orang percaya. Kita tidak dapat berpeta jika berjuta-juta manusia tidak dicapai oleh Injil keselamatan. Kita harus pergi ke dunia demi keselamatan. Dalam lembaran terakhir di *Haggadah kami membaca kalimat ini bersama-sama:

 Ketika Haggadah mulai merenungkan  tentang pembebasan – orang Jahudi dari Mesir – demikianlah juga berakhir– dengan pengertian yang sesungguhnya atas pembebasan manusia dari segala kejahatan. Dengan sukacita penuh marilah kita memisahkan diri dari Meja Paskah.“

Sejak saat itu Tuhan mulai mengajarkan kisah yang luarbiasa tentang  bangsa Israel. Saya jadi berpikir bahwa tidak ada lagi yang dapat melebihi kenyataan yang mengungkapkan kesetiaan Tuhan , bahwa bangsa Jahudi masih bertahan – sebagai orang Jahudi– selama ratusan tahun lamanya. Setelah Tuhan membatalkan Abraham untuk meletakkan tangannya atas Isak ( dan domba janta menjadi korban sebagai gantinya) Tuhan mengucapkan sesuatu yang sangat mengagumkan pada Abraham:

„KataNya: ‘Aku bersumpah demi diriKu sendiri – demikianlah firman TUHAN–karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak dengan segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepadaKu, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat kerturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperrti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapar berkat karena engkau mendengarkan firmanKu’.
Kej. 22:16-18

 Tuhan meneguhkan perjanjian yang dibuatNya  dengan Israel, dengan Isak dan melalui Yakub:

 Firman Allah kepadanya:’Namamu Yakub; dari sekarang namamu bukan lagi Yakub melainkan Israel, itulah yang akan menjadi namamu.’ Maka Alla menamai dia Israel. Lagi Firman Allah kepadanya: ‘Akulah Allah Yang Mahakuasa. Beranakcuculah dan bertambah banyak; satu bangsa bahkan sekumpulan bangsa-nbangsa, akan terjadi daripadamu, dan raja-raja akan berasal daripadamu. Dan negeri ini yang telah Kuberikan kepada Abraham dan kepada Isak akan Kuberikan kepadamu dan juga keturunanmu.’
Kej.35:10-12

Dan tahun-tahunpun lenyap, berabad-abad telah berlalu. Bangsa-bangsa besar dan kuat muncul, dan bangsa-bangsa besar dan kuat berlalu. Namun keturunan Abraham tinggal sampai hari ini, satu bangsa yang dipilih Tuhan untuk menggenapkan firmanNya. Mereka dapat bertahan dan telah menjadi berkat bagi semua bangsa di bumi – sebagaimana telah dijanjikan Tuhan. Mesias bangsa Israel telah menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain; dan Alkitab yang penuh dengan kesaksian-kesaksian kuasa Tuhan dan yang berisikan pelayanan kasih Yesus yang luarbiasa itu, telah menyentuh hati manusia dari satu ujung bumi ke ujung bumi yang lain selama berabad-abad lamanya.

Jalan Tuhan sangat bebeda dari jalan dunia! Demikian juga Yesus mengejutkan orang-orang terpelajar dan  theolog-theolog Jahudi dalam kedatanganNya untuk mati (dan kemudian bangkit!), nampaknya tangan Tuhan atas bangsa Jahudi bertentangan satu dengan yang lain sebagaimana dinyatakan „yang terpilih“. Misalnya kalau kita melihat betapa sering timbul kisah tragis dari bangsa Jahudi, akan nampak bahwa, „Yang terpilih dari tuhan itu“ tidak membawa kekayaan dunia ini bagi dirinya sendiri melainkan lebih banyak penderitaan. Yesus harus menahankan fitnahan dan cacian bahkan sampai mati. Namun Ia adalah Anak Allah dan sekarang memerintah bersamaNya dalam kemuliaan. Bahwa bangsa Jahudi sampai sekarang tetap menjadi biji mata Tuhan (Zak.2,8), walaupun mereka dibenci, dianiaya bahkan dibunuh oleh orang yang tidak percaya; Dia tetap menempatkan mereka sampai detik ini paling dekat di hatiNya. Tuhan itu setia, Ia setia kepada firmanNya, ini adalah suatu penjelasan mengapa bangsa Jahudi sampai saat ini bertahan!

Kemudian Tuhan masih mengajarkan kepada saya sesuatu yang tidak masuk akal – bangsa Israel yang sekarang adalah mujizat dan suatu penggenapan akan janjiNya pada bangsa Jahudi! Saya hampir tak dapat mempercayai bahwa nubuatan-nubuatan dalam Alkitab akan digenapi dalam waktu hidup kita yang sekarang ini! Dan saya sebelumnya sama sekali tidak tahu tentang hal itu! Saya hanya bisa heran dan mengaguminya. Saya akan membentangkan ayat-ayat yang menceritakan sejarah Israel dibawah ini

„Beginilah firman TUHAN, yang memberi matahari untuk menerangi siang, yang menetapkan bulan dan bintang-bintang untuk menerangi malam, yang mengharu birukan laut, sehingga gelombang -gelombangnya ribut, – TUHAN semesta alam namaNya: Sesugguhnya seperti ketetapan-ketetapan ini tidak akan beralih dari hadapanKu, demikianlah firman TUHAN; demikianlah keturunan Israel juga tidak akan berhenti menjadi bangsa di hadapanKu untuk sepanjang waktu.“
Jer.31:35-36

„Daripada kamu hanya sedikit orang yang tertinggal padahal kamu dahulu seperti bintang-bintang di langit banyaknya – karena engkau tidak mendengarkan suara TUHAN Allahmu.

TUHAN akan menyerahkan engkau ke antara segala bangsa dari ujung bumi ke ujung bumi; disanalah engkau akan beribadah kepada Allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu, yakni kepada kayu dan batu.“
Ul.28:62 dan 64

„Namun demikian, apabila mereka ada di negeri musuh mereka, Aku tidak akan menolak mereka dan tidak akan muak melihat mereka, sehingga Aku tidak akan membinasakan mereka dan membatalkan perjanjianKu dengan mereka, sebab Akulah TUHAN Allah mereka.“
Im.26:44

„Siapakah yang telah mendengar hal yang seperti itu, siapakah yang melihat hal yang demikian ? Masakan suatu negeri diperanakkan dalam satu hari, atau suatu bangsa dilahirkan dalam satu kali? Namun baru saja menggeliat sakit, Sion sudah melahirkan anak-anaknya."
Yes.66:8

„Pada waktu itu Tuhan akan mengangkat pula tanganNya untuk menebus sisa-sisa ummatNya yang tertinggal di Asyur dan di Mesir, di Patros, di Etiophia dan di Elam, di Sinear, di Hamat dan di pulau-pulau di laut. Ia akan menaikkan suatu panji-panji bagi bangsa-bangsa, akan mengumpulkan orang-orang Israel yang terbuang dan akan menghimpunkan orang-orang Jehuda yang terserak dari ke empat penjuru bumi.“
Yes. 11:11-12

„Aku akan memulihkan kembali ummatKu Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya.

Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka.’ firman TUHAN Allahmu.“ Am 9:14-15

„Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga;“ Yes.35:1

Maka kamu, gunung-gunung Israel, akan bertunas kembali dan akan memberi buah untuk ummatKu  Israel, sebab mereka akan segera kembali.“
Yeh. 36:8

   [index]