Wabah Mistik
Aliran Katolik Menyusun Agenda Spiritualis

 

Oleh Richard Bennett


Gereja Roma Katolik gigih dalam misinya untuk menarik semua kepadanya. Salah satu dari caranya adalah memasarkan aliran mistik dalam berbagai penampilan. Ini timbul, saat berbagai kepercayaan di dunia mulai mempunyai ide bahwa mereka harus bekerja sama untuk kesejahteraan umat manusia, Roma sangat percaya bahwa “kesejahteraan” hanya dapat tercapai melalui penyatuan dengannya sebagai “ibu dari segenap orang percaya”. 1 Melalui krisis seperti kelaparan, perang, rasis, hak asasi manusia, masalah lingkungan dan kemiskinan, Roma menghimbau kebersamaan di dalam iman. Kami telah mendokumentasikan usahanya untuk menguasai aliran Protestan dan ekumenisme palsu dengan gereja-gereja kristen untuk mempromosikan injilnya2. Sangat berbahaya, dan yang sebagian besarnya terselubung, adalah usahanya untuk bersatu dengan kepercayaan dunia yang menyembah berhala. Persamaan diantara mereka semua adalah kepercayaan mistik, dengan mudah dikuasainya aliran Hindu, Budha dan Islam. Berakar dari aliran mistiknya sendiri ditambah dengan kepercayaan-kepercayaan tersebut muncul gelombang kepercayaan mistik yang dengan bebasnya mengalir melalui dunia barat dalam program kesehatan, pendidikan, dan hiburan. Sekarang ini baik secara umum maupun privat, secara terbuka mempromosikan mistik di sekeliling kita, konsekuensinya makin nyata di lingkungan kita. Aliran mistik selalu menjadi jalan bebas hambatan menuju okultisme, di mana banyak orang mencari identitasnya di dalam kesadaran akan Allah. Pengakuan akan Allah yang mistik merupakan usaha untuk menggantikan penebusan Kristus dan keselamatan.

Infiltrasi Mistik Katolik

Mistik adalah usaha untuk mendapatkan pengetahuan akan Allah melalui pengalaman langsung yang terlintas di pikiran. Pengaruh kuat dari aliran mistik Katolik telah memberi dukungan besar untuk mengubah aliran jaman baru atau New Age dari yang hanya sekedar sesuatu budaya yang bertentangan dengan budaya yang ada menjadisumber baru bagi visi kepercayaan dunia. Mistik Katolik dengan sangat efektif dan halus menyusup dalam banyak segi kehidupan tanpa disadari atau diuji secara kritis. Hal ini telah dipromosikan secara aktif melalui penyembuhan yang dilakukan diri sendiri, pendidikan dan program psikologi yang memakai metode seperti meditasi, pemograman secara filosofi, dan usaha untuk menghipnotis diri sendiri. Dalam menyatukan kepercayaan Timur yang subyektif dengan keyakinan diri di Barat, mistik Katolik telah dengan efektif membajak kehidupan keagamaan secara umum maupun pribadi dan membalikkan kepercayaan utama dan nilai-nilai di Barat.

Perkawinan Katolik dengan Penyembahan Berhala dan Panteisme

Selama berabad-abad, gereja Roma Katolik telah mengasimilasikan dirinya dengan elemen kepercayaan pada berhala yang misterius. Pengalaman keagamaan yang subyektif, atau mistik, terus menerus merupakan titik temu antara penyembah berhala dengan ajaran Katolik, terutama sejak Konsul Vatikan II, ketika Roma mengganti strategi utamanya dalam usaha untuk mengambil kembali aliran Protestan menjadi dibawah kepemimpinan Paus. Perkawinan antara aliran Roma dengan aliran penyembah berhala didokumentasikan dalam pernyataan resmi dari Roma. Sebagai contoh, dalam dokumen dewan Vatikan II dinyatakan,

“… Dalam ajaran Hindu manusia menyelidiki misteri Tuhan dan menyatakannya dalam kekayaan yang tak terbatas akan legenda dan secara tepat menetapkan pemikiran-pemikiran filosofis. Mereka mencari pelepasan dari pencobaan kehidupan sekarang melalui praktek semedi, meditasi mendalam dan mencari Tuhan dalam keyakinan dan kasih. Aliran Budha dalam berbagai bentuknya memaparkan tentang kekurangan mendasar dari dunia yang terus berubah. Ajarannya menganjurkan jalan kehidupan dimana manusia dapat dengan yakin dan penuh percaya mendapatkan tingkat kebebasan yang sempurna dan mencapai penerangan tertinggi melalui usaha mereka sendiri atau dengan pertolongan dari Tuhan…. Gereja Katolik tidak menolak apa yang benar dan kudus dari kepercayaan-kepercayaan ini.” 3

Pendeta Jesuit Willian Johnston Menjelaskan Bagaimana Hal Tersebut Terjadi

“Kemudian datanglah Dewan Vatikan kedua (1962-1965). Dalam waktu semalam gereja Katolik, sebagai institusi Barat yang mengekspor perlengkapannya ke Timur, menjadi komunitas dunia. Bishop Asia dan Afrika dan para ahli teologi berkumpul di Roma dan, bersama dengan rekanan dari Eropa dan Amerika mengakui bahwa Roh Tuhan sedang bekerja diantara semua orang dan semua kepercayaan. Sejak itu, kebanyakan ahli teologi mengakui kepercayaan non-Kristen sebagai “cara yang valid”.4  

Dalam lingkungan seperti itu ajaran Katolik bergandengan dengan ajaran Budha dan Hindu dan dari sanalah penganut mistik Katolik terkenal seperti William Johnston dan Thomas Keating muncul. Sebagai contoh, Johnston menjelaskan efek dari pencerahan, “Realisasi pribadi terletak dalam inti ajaran Budha…. Dalam realisasi pribadi, saya menjadi satu dengan Tuhan sama seperti bayangan di kaca adalah satu dengan kaca dan sama seperti Yesus adalah satu dengan BapaNya.” 5 Biksu mistik yang terkenal, Thomas Merton, mengembangkan identifikasi panteis dengan Tuhan, demikian pula pengikut setianya saat ini, William Shannon. Merton mengatakan,

“… sekarang saya menyadari apakah kita ini. Dan bila saja semua orang dapat mengetahuinya!… Secara tiba-tiba saya melihat semua rahasia yang indah dari hati, kedalaman hati di mana tidak dapat terjangkau oleh dosa, keinginan atau pengetahuan pribadi, inti dari kenyataan ini, manusia secara individu di mata Allah. Bila saja mereka dapat melihat diri mereka sendiri sebagaimana adanya. Bila saya kita dapat melihat satu sama lain dengan cara ini setiap waktu. Tidak akan ada lagi perang, kebencian, kekejaman, keserakahan… Saya rasa masalah besarnya adalah bahwa kita akan jatuh dan menyembah satu sama lain.” 6

Shanon menyetujui identifikasi pribadi dengan Tuhan yang adalah bentuk penyembahan berhala dan mengutip mentornya, Merton, “Seseorang dengan iman yang sungguh berjalan, bukan tanpa kesulitan, menuju inti dari misteri. Orang seperti ini, seperti dikatakan Merton, ‘membuka jalan melalui kegelapan dari misterinya sendiri sampai ia menemukan bahwa misterinya dan misteri Tuhan menyatu menjadi kenyataan, yang merupakan satu-satunya kenyataan.’ DQ 180”. Kutipan ini adalah penjelasan standar dari mitos panteis bahwa kita semua ada dalam Tuhan. Dalam pemikiran mereka, Merton dan Shanon secara harafiah telah memindahkan Tuhan kedalam image mereka, setelah menukar Allah dengan manusia sebagai obyek penyembahan. Bukankah mereka yang disebut dalam Roma 1:23,

“Mereka menggantikan kemulian Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana…”?

Pemimpin Budha Mengakui Kesatuan Jiwa dengan Katolik

Pemimpin Budha mengakui perkawinan antara Roma dan penyembah berhala. Thich Nhat Hanh menyatakan,

“Penganut Budha dan Kristen mengenal Surga, atau kerajaan Allah, adalah berada dalam hati mereka [sic]. Injil berbicara mengenai kerajaan Allah seperti biji sesawi yang ditanam di tanah yang berupa kesadaran [sic]. Kitab-kitab Budha menyatakan natur dari Budha sebagai benih dari pencerahan yang telah ada dalam hati nurani setiap orang. Praktek berdoa dan meditasi menolong kita untuk menyentuh benih yang paling berharga dalam diri kita, olehnya kita mempunyai kontak dengan dasar keberadaan kita”. 8

Pemimpin Budha Dalai Lama saat mengunjungi makam dari Thomas Merton di Biara Gethsemane berdoa, “Sekarang jiwa kita adalah satu….“9 Adalah nyata penghujatan terhadap Allah Tritunggal untuk menyatakan bahwa kerajaan Allah adalah “biji sesawi yang ditanam di tanah yang berupa kesadaran” dan bahwa “meditasi menolong kita menyentuh benih yang paling berharga dalam diri kita” dan bahwa olehnya “membuat kita mempunyai kontak dengan dasar keberadaan kita.” Dengarlah kata-kata yang setajam pisau dari Penebus,

“…sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah.”10

Kerja Roh Kudus yang unik adalah untuk menuntun orang percaya pada semua kebenaran dengan cara menegur kita akan

“… dosa, kebenaran dan penghakiman.” 11

Bukanlah melalui kegelapan dari meditasi pada “dasar dari keberadaan kita” yang menuntun kita pada kerajaan Kristus; melainkan menurut Firman Tuhan, adalah Bapa

“… yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang. Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan AnakNya yang kekasih.” 12

Pengesahan Evangelical terhadap Panteisme

Penginjil terkemuka, Richard Foster, menyanjung identifikasi panteistik dengan Tuhan. Foster menyatakan, “Doa yang sungguh-sungguh menenggelamkan kita ke dalam kesunyian Tuhan. Betapa kita sangat membutuhkan dalam dunia modern ini baptisan tanpa kata-kata!… Kemajuan dalam keintiman dengan Tuhan berarti kemajuan terhadap kesunyian.“ 13 Foster bertanya secara retorik, “ Apakah tujuan dari doa yang sungguh-sungguh?” Dan dia menjawab,

“Untuk pertanyaan ini para penulis kawakan menjawab dengan satu suara: penyatuan dengan Tuhan… Bonaventura, pengikut dari Santo Francis, berkata bahwa tujuan akhir kita adalah ‘penyatuan dengan Tuhan’, yang merupakan hubungan yang murni dimana kita melihat ‘kehampaan’ ”. 14

Melihat ‘kehampaan’ dan ‘baptisan tanpa kata-kata’ merupakan pengulangan evangelical terhadap kepercayaan Katolik akan mistik yang tidak rasional. Sebaliknya seperti yang ditulis dalam II Korintus 4:3-6,

“Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah jaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah. Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus. Sebab Allah yang telah berfirman:”Dari dalam gelap akan terbit terang!”, Ia juga yang membuat terangNya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus”

Pendeta Katolik, Thomas Keating setuju dengan Foster dan menulis,

“Doa yang sungguh-sungguh adalah membuka hati dan pikiran – seluruh keberadaan kita – kepada Tuhan, Misteri yang tertinggi, yang melampaui pikiran, kata-kata, dan emosi.” 15

Karena itu Keating membuat Tuhan tidak mempunyai pribadi, menjadi “Misteri Tertinggi” yang tanpa nama dalam mitologi. “Misteri Tertinggi” yang bukan pribadi adalah “tuhan” yang tidak berbicara dan tidak menghakimi. Apakah Keating di abad ke duapuluh satu ini lebih baik dari orang-orang di bukit Mars dimana Paulus berbicara mengenai “altar dengan tulisan, KEPADA ALLAH YANG TIDAK DIKENAL, yang karenanya begitu saja disembah” 16? Demikian pula ajaran moral yang dapat diambil dari “Misteri Tertinggi” Keating. Karena itu Keating, Merton dan Shannon dengan identifikasi panteistik mereka dengan Tuhan telah berusaha untuk memusnahkan kelengkapan Tuhan sebagai pencipta, dan Allah yang Maha Kuasa. Mereka telah mencoba untuk mengklon Tuhan menjadi serupa manusia. Sesuai dengan Roma 1:25, bukankah mereka telah

“..menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah mahluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.”?

Tidaklah heran Merton mengakui, “Jika saja mereka dapat atau melihat diri sendiri sebagaimana adanya… Saya rasa masalah besar adalah kita akan jatuh dan menyembah satu sama lain.“ Dalam tempat dimana Tuhan disembah, mereka telah menggelar penyembahan berhala.

Dramatisasi Aliran Mistik

Pergerakan Pentakosta Perkataan Iman sebenarnya adalah bentuk dramatis dari aliran mistik. Dalam sebuah kaset khotbah, Kenneth Copeland menyatakan,

“Kalian tidak memiliki tuhan didalammu, kalian adalah tuhan.”

Dalam crusade 1987, Copeland dicatat mengatakan,

“Saya mengatakan ini dan mengulangnya supaya tidak membuat kalian tidak terlalu merasa tidak senang. [sic] Ketika saya membaca Alkitab dimana Dia (Yesus) berkata, Akulah Dia, saya berkata, Ya, saya juga!” 17

Kenneth Hagin dalam Perkataan Iman mengatakan,  

“Kalian adalah sama seperti Yesus Kristus yang adalah inkarnasi dari Tuhan. Setiap manusia yang telah lahir baru adalah inkarnasi dan kekristenan adalah mujizat. Orang percaya adalah sama seperti Yesus dari Nazareth yang adalah inkarnasi.“ 18 

Casey Treat, dikenal karena kutipan yang merendahkan,

“Ketika Tuhan melihat ke kaca, Ia melihat saya! Ketika saya melihat ke kaca saya melihat Tuhan!,” 19  

Menyatakan di WebPage-nya,

“Tuhan tinggal di dalammu. Tuhan berjalan didalammu. Ketika engkau berjalan, Tuhan berjalan. Ketika engkau hadir, Tuhan hadir. Ketika engkau hadir, seorang pemenang hadir. Kamu tidak akan kalah.“ 20 

Paul Crouch, Benny Hinn, Charles Capps, Robert Tilton, Paul Yonggi Cho, Marilyn Hickey, Morris Cerullo, T.L. Osborn, dan Jerry Savelle adalah hanya beberapa nama terkenal yang mengatur panggung aliran mistik. Seperti yang akan dicurigai orang, banyak guru dari aliran mistik yang dramatis mempromosikan persekutuan dengan aliran Katolik. Jaringan penyiaran Trinity, salah satu radio terbesar dan jaringan televisi di dunia saat ini, melalui pendirinya, Paul dan Jan Crouch, menampung persekutuan dengan Roma Katolik, ditengah aliran mistik yang ditampilkan dalam selubung karismania. Contohnya,

“Dunia dari Benny Hinn adalah aneh, dunia yang membingungkan. Dia masuk dengan sempurnanya dalam kategori Pendeta Katolik Karismatik, membuang ikatan teologi dan kepercayaan mistik… Video tiga jam Benny Hinn yang terbaru yang menampilkan dia sebagai ‘yang Suci diantara para suci’ ’abad keduapuluh’, ‚titik kontak’ untuk kekuatan dan pengurapan Tuhan sama seperti para pendeta Roma Katolik ditampilkan pada zaman medieval. Merekapun mengusulkan dia menjadi semacam ‚Paus Karismatik’ ” 21  

Katolik Karismatik mempunyai semua aliran mistik tradisional dari sakramen, yang diambil dari pergerakan Perkataan Iman, dan Katolik dan mistik Zen. Dalam istilah Alkitab mereka adalah kematian ketiga dalam penipuan, karena apa yang telah dikutip di sini adalah potongan-potongan penghinaan, penghujatan, dan kepalsuan. Copelands, Crouches, Hinn, Hagin, dan lainnya serupa mereka akan membuat anda bersukacita dengan mengklaim bahwa anda adalah tuhan. Tuhan Allah Maha Kuasa berkata,

“Aku ini TUHAN, itulah namaKu; Aku tidak akan memberikan kemuliaanKu kepada yang lain atau kemasyhuranKu kepada patung.” 22 

Firman Tuhan masih berlaku,

“Carilah pengajaran dan kesaksian!” Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.” 23

Persetujuan Resmi Paus akan Tradisi Mistik

Dalam suatu “Surat Apostolik“ resmi, Paus telah meresmikan tradisi mistik Roma dan “tradisi mistik besar dari gereja baik Timur dan Barat.“ Pengajaran resminya adalah,

“…kami telah banyak ditolong bukan hanya dengan investigasi teologi tapi juga dengan peninggalan besar yaitu ‘teologi hidup’ dari para orang kudus. Para orang kudus menawarkan pada kita pandangan yang berharga … melalui pengalaman pribadi mereka saat pencobaan yang ngeri dimana tradisi mistik menyebutnya sebagai ‚malam gelap’. Banyak kali para orang kudus telah mengalami sesuatu seperti pengalaman Kristus di kayu salib dalam kesatuan antara sukacita dan derita. Dalam Dialog dari Pemeliharaan Ilahi, Allah Bapa menunjukkan Catherine dari Siena bagaimana sukacita dan derita dapat hadir bersamaan dalam jiwa yang suci:’Karena itu jiwa bersuka dan berduka: berduka karena dosa dari tetangga, bersuka karena penyatuan dan kemurahan yang telah diterima. Jiwa-jiwa ini meniru Domba tak bercela, Anak TunggalKu, yang saat disalib merasakan baik sukacita maupun derita’… Kesaksian yang begitu menerangkan!… Bukankah itu salah satu ‘tanda dari waktu’ yang dalam dunia masa kini, dibalik penyebaran keduniawian, ada kebutuhan meluas akan kerohanian, kebutuhan yang dinyatakan sebagian besar sebagai keiinginan yang diperbaharui untuk berdoa? Kepercayaan lain, yang sekarang secara luas hadir di tempat yang dulunya tanah Kristen, menawarkan respon mereka terhadap kebutuhan ini, dan kadang mereka melakukannya dengan cara menarik…. Tradisi mistik besar dari gereja baik Timur maupun Barat dapat berkata banyak mengenai ini. Ini menunjukkan betapa doa dapat mengalami kemajuan, sebagai percakapan tulus akan kasih, menjadi gambar manusia yang seluruhnya dimiliki oleh Kekasih surgawi…” 24  

Ini adalah karya brilian dari Paus untuk menjadi jembatan politik. Dengan menyebut pengalaman dari para orang suci, beliau mencoba untuk membuat pengalaman tersebut menjadi standar dunia untuk kerohanian yang dalam dan otentik. Lalu beliau memberikan persetujuan pada kepercayaan-kepercayaan lain dengan mengatakan bahwa mereka memenuhi ‚kebutuhan baru akan doa’ dengan cara yang ‚menarik’, menguatkan ide bahwa proses berdoa dapat menjadi begitu menguasai sehingga ‚menjadi gambar manusia yang seluruhnya dimiliki oleh Kekasih surgawi.’ Pemikiran yang tinggi, imaginasi yang sia-sia, dan alasan yang karnal mengenai kehebatan dari usaha manusia selalu meninggikan diri sendiri daripada pengetahuan akan Tuhan. Bila “pertumbuhan sebagai percakapan murni dari kasih, sampai pada titik dimana menjadi gambar manusia yang seluruhnya dimiliki oleh Kekasih surgawi“ adalah benar, maka tidak dibutuhkan keselamatan dari sang Juruselamat. Alkitab menyatakan kenyataan dan kebenaran,

“… Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmatNya…” 25

Kebenaran Dikontraskan dengan Mitologi Karangan

Kekristenan yang sejati adalah unik dibandingkan dengan agama lainnya di dunia yaitu bahwa ia adalah iman yang bersejarah dan rasional. Bagi orang Kristen, keselamatan adalah berdasarkan sesuatu yang sepenuhnya di luar manusia. Keselamatan diperoleh dalam kesetiaan dan pengorbanan sempurna dari Kristus yang menjadi sejarah. Katolik dan mistik Timur mengklaim telah menemukan Tuhan di kedalaman diri mereka. Orang Kristen yang sejati meliat keluar dari dirinya kepada kebenaran dari Kristus Yesus. Di mata Tuhan, penguasaan Kristus akan dosa adalah kenyataan yang mencukupi. Tidak lagi diperlukan tambahan. Penghakiman Tuhan tidaklah berdasarkan keberadaan dari orang berdosa yang telah percaya, tetapi didasarkan atas Kristus Yesus semata. Prinsip bahwa manusia dapat menyelamatkan dirinya sendiri dengan pengalamannya dan dengan hidupnya sendiri telah menjadi pondasi dari semua penyembahan berhala, seperti penganut Katolik. Apa yang sangat ironis mengenai penyatuan Roma dengan penyembah berhala saat ini adalah bahwa hal tersebut mencemari masyarakat secara menyeluruh.

Penipuan yang mematikan dari aliran mistik dengan angkuhnya mengiklankan jalan langsung kepada Tuhan yang Maha Suci dan meremehkan kebutuhan akan Yesus Kristus, satu-satunya perantara antara Tuhan dan manusia. Penyembahan dan pendekatan orang percaya terhadap Tuhan ada dalam Firman Tuhan sendiri untuk bersama

“… dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” 26  

Dalam tulisan Rasul Paulus,

“… Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku….” 27

Rasul yang sama memperingatkan orang-orang percaya,

“Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang-orang …. serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikiran yang duniawi” 28

Kritik dari Tuhan Allah tetap terhadap mereka yang telah berdusta,

“… celakalah nabi-nabi yang bebal yang mengikuti bisikan hatinya sendiri dan yang tidak melihat sesuatu penglihatan.”29

Karena penghinaan terhadap Kristus dan injilNya kami sekali lagi menggarisbawahi pentingnya dari iman.

Keselamatan yang Obyektif di Dalam Kemuliaan Tuhan

Sebagai mediator, Yesus Kristus adalah satu-satunya cara penyatuan antara Allah dan manusia,

“sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.” 30

Yesus Kristus dimuliakan “…duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,” 31 sebagai satu-satunya Juruselamat. Ia dan InjilNya adalah obyektif dan nyata! Injil ini bukanlah dongeng belaka, atau sepotong mistik yang tak dapat dipahami, melainkan adalah pernyataan dari karya keselamatan yang luar biasa dalam sejarah yang digenapi oleh Allah sendiri. Allah Bapa menunjuk Yesus Kristus sebagai garansi dari keselamatan yang sesungguhnya. Yesus Kristus dimuliakan setelah menyelesaikan karya terbesar dari Allah Bapa. Dalam ucapan Yesus sendiri,

“Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan yang menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepadaKu untuk melakukannya.” 32

Ia telah memenuhi semua kehendak Bapa dan memuliakan Bapa. Sebagai Juruselamat, Ia sangat ditinggikan

“jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.” 33

Hanya pada Yesus, dan bukan pesona mistik dari Roma atau Budha, telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Ia telah diberikan kuasa atas semua orang bahwa Ia harus, dalam ucapanNya sendiri,

“…memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepadaNya.“ 34

Ia sendiri telah diberikan nama diatas segala nama,

“supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,“ Bagi kemuliaan Allah, Bapa!“ 35

Adalah perintah Allah supaya kita percaya pada Kristus.

“Dan inilah perintahNya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, AnakNya,” 36

Iman yang benar melibatkan penyangkalan akan pengalaman mistik yang mengelabui diri sendiri dalam cara-caranya mencapai Tuhan,

“Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,” 37

Tuhan Yesus siap untuk menerima setiap orang berdosa yang akan membuang pemberontakan dan kesombongannya dan percaya hanya kepadaNya untuk diselamatkan! Memberitakan sejarah yang benar tentang Kristus dan Injilnya adalah jawaban bagi bayangan tak berakal dari Roma dan mistik umum. Karenanya hanya gereja Tuhan yang benar, orang-orang kepunyaan Allah yang digambarkan sebagai berikut

“Siapakah dia yang muncul laksana fajar merekah, indah bagaikan bulan purnama, bercahaya bagaikan surya, dasyat seperti bala tentara dengan panji-panjinya?” 38

Injil adalah pembebasan yang berkuasa dari kepercayaan penyembahan yang subyektif dari Roma dan para penyembah berhala lainnya. Untuk mengenal Tuhan merupakan hidup itu sendiri bagi orang Kristen, dalam FirmanNya Tuhan sendiri berkata,

“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.“ 39

Pengetahuan akan Tuhan dan iman di dalamNya adalah cara dimana segala kekuatan spiritual dan penghiburan disalurkan kepada orang yang percaya dengan sungguh-sungguh.

“Karena kuasa ilahiNya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasaNya yang mulia dan ajaib.” 40

Penggenapan dari Aspirasi Jaman Baru (New Age)?

Tujuan dari pergerakan jaman baru (new age) adalah secara konsisten membawa ke jaman Aquarius di mana semua dapat menyadari bahwa “Tuhan di dalam diri mereka sendiri“. Langkah utama untuk ini dalam ucapan dari nabi jaman baru Alice Bailey, adalah “regenerasi dari gereja.“41  Visinya adalah

“Banyak cabang Gereja Kristen dapat berperan seperti Yohanes Pembaptis, sebagai suara yang berseru-seru di padang, dan sebagai inti yang melaluinya pencerahan dunia dapat dicapai.” 42  

Dalam pernyataanya, ia merindukan saat dimana “Gereja Kristen” akan merangkul konsep jaman baru tentang pencerahan dan kesadaran diri. Rencana jaman baru untuk membawa damai di bumi tidak dapat sepenuhnya mencapai jaman keemasan Aquarius sebelum kekristenan yang Alkitabiah dikuasai atau dihancurkan.

Sekarang, setelah gereja Roma telah menjalin hubungan dengan penyembah berhala, ia telah kembali membayangkan suksesnya satu karya lagi dari sinkretisme. Aliran Katolik telah menjadi kepercayaan dari Uni Eropa43, keinginan dari pemimpin jaman baru menjadi kenyataan. Bahkan di taraf gereja lokal menurut William Shannon “kepercayaan kontemplatif“ telah secara luas menggantikan ajaran Katolik kuno 44. Dengan diserukannya keyakinan jaman baru oleh pemimpin Katolik dan Protestan, sepertinya tujuan yang diinginkan semakin dekat untuk tercapai. Aspirasi dari jaman baru untuk membangun satu sistem kekuasaan dunia dipimpin oleh “Pemimpin Kristus“ dipenuhi oleh Paus dan gerejanya. Semua ini seharusnya tidak mengejutkan orang percaya, karena Alkitab telah secara terus menerus memperingatkan orang percaya akan kekuatan, pertumbuhan dan munculnya gereja yang menolak ajaran Alkitab dan rekanannya.

Kekuatan Injil dan Pemusnahan Terakhir Kerajaan Mereka yang Meninggalkan Iman Semula

Reruntuhan dari kerajaan anti Kristus dinyatakan oleh Rasul Paulus sebagai berikut,

“…karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.” 45

Dalam artikel kami, “Terbukanya selubung Anti Kristus“, banyak tanda-tanda dan keajaiban palsu dari sistem kepausan yang dipaparkan. Tetapi strateginya hanya akan tercapai saat ia menolak Kristus yang ada dalam sejarah, dan menerima “kristus dari Iblis”, yaitu “kristus” adalah “pencerahan”, “misteri tertinggi” dan “kesadaran akan diri sendiri”. Tuhan dalam FirmanNya telah menubuatkan pemusnahan dari tahta antikristus sebagai

“.. si pendurhaka … Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulutNya dan akan memusnahkannya kalau Ia datang kembali.“ 46  

Sementara itu kemenangan dari Injil dinyatakan kepada mereka yang menantikan Dia. Kekuasaannya adalah selalu yang terbesar di saat yang paling diperlukan. Karakter Tuhan dalam anugerah InjilNya adalah “roh dari mulutnya“. Hal ini telah dimengerti sebagai

“…kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya…” 47  

Kita melihat kuasaNya saat kita dengan berani mengabarkan anugerahNya, setiap individu yang telah diselamatkan

“…oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” 48

Kesimpulan

Apa yang telah ditunjukkan di sini mengenai invasi total dari mistik katolik terhadap aliran protestan dan penguasaan dari kata-kata yang sia-sia dari aliran jaman baru dengan segala perhiasannya seharusnya membuat individu yang serius menguji secara teliti pondasi dimana ia membangun harapan-harapannya. Sekedar “Saya harap saya selamat“ tidaklah cukup, tidak ada yang kurang dari jaminan penuh dari iman yang berlandaskan batu karang, Tuhan Yesus Kristus akan memenuhinya. Adalah di dalam terang Tuhan dan hanya didalamnya “…kami melihat terang“. 49 Orang Kristen yang sejati menerjemahkan setiap pengalaman religius berdasarkan pada wahyu dari Tuhan yang tercatat di dalam Alkitab. Orang yang menyimpang dari kebenaran menyukai kegelapan, tetapi anak-anak Tuhan mencintai Terang! Mistik belum secara terbuka menyamakan Tuhan yang benar dengan “tuhan“ di dalam tiap orang. Mereka telah memikirkan untuk memisahkan diri mereka dari Tuhan dengan cara berbalik ke realisasi diri dan pencerahan. Nilai-nilai yang mereka pegang adalah berdasar pada perasaan pribadi yang seringkali tidak mampu memberi penjelasan yang masuk akal. Injil sama sekali bertolak belakang, Injil adalah pesan bersejarah mengenai Salib Kristus untuk dunia yang terhilang. Injil menyatakan Kristus dan Allah dan Bapa dari Tuhan dan Juruselamat Yesus Kristus, yang di dalam kasihNya memberikan AnakNya untuk mati bagi orang berdosa. Tidak ada alasan bagi orang yang sungguh-sungguh percaya untuk ditipu oleh “nabi palsu“, yang menyamarkan diri menjadi “nabi Kristus“,

“…Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.” 50

Ada banyak nabi palsu di dunia, bila kita mempelajari dengan giat hal-hal yang telah Tuhan tuliskan sebagai pencegahan kita terhadap tipu muslihat iblis, kita tidak akan salah salah arah atau disesatkan. Orang yang percaya sungguh pada Kristus harus memandang serius peringatan dari Rasul Paulus,

“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakan terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? … pisahkanlah dirimu dari mereka, Firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.“ 51

“Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.“ 52  

“Pilihlah Sekarang Siapa yang Akan Anda Layani“

Pada tahun 1986, Paus Yohanes Paulus II mengambil inisiatif antar iman dengan mengumpulkan 160 pemimpin religius dunia untuk pertemuan doa di Assisi, Itali. Mereka terbang dari segala penjuru dunia, pemimpin Islam dari sembilan negara, Dalai Lama, (secara tradisional dianggap sebagai dewa hidup oleh umat Budha), Pendeta (Shaman) dari orang pribumi Amerika, aliran pemujaan India, animisme Afrika, Hindu, Zoroastrian, Katolik dan tidak luput juga Protestan.

“Kami akan berdiri berdampingan meminta Tuhan untuk memberikan kedamaian pada kami,”

demikian kata Paus. 53 Kemegahan ulang dari dramatisasi awal persatuan Luciferian terjadi pada bulan Januari 2002, saat Paus Yohanes Paulus II memimpin 200 pemimpin dari berbagai kepercayaan sekali lagi di Assisi, Itali. Melalui pernyataan secara umum, pernyataan resmi, dalam buku-buku dan seminar yang tak terhitung, juga di WebPage dengan dukungan ekumenikal yang luas, kepausan telah menyusun agenda mistik yang dicintai dan diterima oleh dunia. Mereka yang percaya atau persekutuan yang tinggal diam melihat penghujatan yang demikian nyata telah mempercayai kepalsuan dari Paus. Roma masih mengasumsikan berlakunya prinsip kunonya yang sah

“Ia yang diam dianggap setuju.” 54  

“ .. ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat.” 55

merupakan pegangan kuat dari setan bagi banyak jiwa dengan penipuan yang angkuh; meninggikan diri mereka sendiri daripada pengetahuan akan Tuhan. Tuhan Allah yang Maha Kuasa memerintahkan masing-masing kita untuk membuang

“… merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,” 56


Untuk memulai penelitian mengenai topik ini kami merekomendasikan A Time of Departing: How a Universal Spirituality Is Changing the Face of Christianity karangan Ray Yungen (Silverton, OR 97381-0958:  Lighthouse Trails, 2002 atau ltpublishing77@aol.com). Yungen memaparkan secara jelas, seimbang dan dalam format dokumentasi Aliran mistik Katolik, Evangelical dan aliran jaman baru. Buku ini adalah dasar untuk mengerti bahaya penyusupan aliran mistik yang melingkupi masyarakat Barat dan gereja Protestan. Untuk membuat orang Kristen lain waspada anda dapat mencetak dan mengkopi artikel ini. Juga tersedia secara cuma-cuma artikel yang sangat penting “The Evangelical Attraction to Mysticism” oleh Alan Morrison di WebPage kami.

“Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepadaNya.” 57

 


Ijin diberikan oleh penulis untuk menggandakan artikel bila dilakukan tanpa perubahan apa pun.
Ijin juga diberikan untuk memuat artikel ini selengkapnya di Webpage di Internet
Website kami adalah: http://www.bereanbeacon.org

 


 

[1] Catechism of the Catholic Church, edisi kedua (Libreria Editrice Vaticana, 1997) Para. 181

[2] Lihat artikel kami mengenai “The Alignment of New Evangelicals with Apostasy”, “The Roman Catholic-Lutheran ‘Joint Declaration on the Doctrine of Justification’” dan “Biblical Unity or Papal Conformity?”

[3]  Dokumen Vatican Council II, No. 56, Nostra Aetate, “Declaration on the Relation of the Church to Non-Christian Religions,”, 28 Okt. 1965, Vol. I, Para. 2, p. 739.

[4] William Johnston, The Mirror Mind (New York: Fordham University Press, 1990) p. 7

[5] Ibid., p. 33, 39

[6] Thomas Merton, Conjectures of a Guilty Bystander, Image edisi Des. 1989 (Garden City, New York:  Doubleday, 1966) pp. 157, 158.  Buku ini secara resmi disetujui oleh Roma Katolik.

[7] William Shannon, Seeds of Peace  Contemplation and Non-Violence (New York:  Crossroad Publ. Co, 1996) p. 73

[8] Thich Nhat Hanh, Introduction to Contemplative Prayer by Thomas Merton, edisi Image Book (New York, NY:  Doubleday, 1996) p. 5

[9] http://www.americancatholic.org/Messenger/Jan1997/feature1.asp 10/8/2002  Website ini juga memuat bahwa Merton meninggal di Bangkok, Thailand, tahun 1968, ternyata terkena setrum dari kipas angin di ruangan yang rusak.

[10] Yohanes 3:3

[11] Yohanes 16:8

[12] Kolose 1:12-13

[13] Foster, Richard J., Prayer: Finding the Heart’s True Home (San Francisco:  Harper, 1992) p. 155

[14] Ibid., p 159

[15] Thomas Keating, "The Method of Centering Prayer" http://www.thecentering.org/centering 10/22/02

[16] Kisah Para Rasul 17:23

[17] www.watchman.org/reltop/unbiblcl.htm  11/11/02

[18] www.watchman.org/reltop/unbiblcl.htm  11/11/02

[19] Michael Horton, The Agony of Deceit (Chicago:  Moody Press, 1990) p. 91

[20] www.caseytreat.org/godsword Being_In_Christ   11/11/02

[21] Benny Hinn, Catholic Mystic www.deceptioninthechurch.com/hinncatholic.htm 11/11/02

[22] Yesaya 42:8

[23] Yesaya 8:20

[24] SURAT RESMI DARI PAUS YOHANES PAULUS II “NOVO MILLENNIO INEUNTE

www.vatican.va/holy_fa ther/john_paul_ii/apost_letters/documents/hf_jp-ii_apl_20010106_novo-mill ennio-ineunte_en.html+Novo+Millennio+Ineunte Para 27, 33  Huruf tebal dalam kutipan menunjukkan penekanan yang ditambahkan di tulisan ini.

[25] Titus 3:5

[26] Matius 22:37

[27] I Korintus 14:15

[28] Kolose 2:18

[29] Yehezekiel 13:3

[30] Efesus 1:10

[31] Ibrani 1:3

[32] Yohanes 17:4

[33] Efesus 1:21

[34] Yohanes 17:2

[35] Filipi 2:10-11

[36] I Yohanes 3:23

[37] I Timotius 2:5

[38] Kidung Agung 6:10

[39] Yohanes 17:3

[40] II Petrus 1:3

[41] Alice Bailey, Problems of Humanity (New York, NY:  Lucis Publ. Co., 1964) p. 152

[42] Alice Bailey, The Externalization of the Hierarchy (New York, NY:  Lucis Pub. Co., 1957) p. 510.

[43] Fakta penyatuan di dalam EU, kami harap dapat kami uraikan di tulisan kami berikutnya.

[44] Shannon, Seeds of Peace, p 25.

[45] II Tesalonika 2:10b-12

[46] II Tesalonika 2:8

[47] Roma 1:16.

[48] Roma 3:24.

[49]  Mazmur 36:10

[50] II Korintus 11:13-14

[51] II Korintus 6:14,15,17

[52] Efesus 5:11

[53] L’Osservatore Romano, versi Inggris dari suratkabar resmi Vatican, Okt. 27, 1986, p. 1

[54] “Qui tacet consentire videtur.”

[55] Efesus 2:3

[56] II Korintus 10:5

[57] Maleakhi 3:18